Hit-Id.com - PTC Indonesia

After School mencapai all-kill pada real time charts dengan “Flashback”

Kurang dari sehari setelah merilis maxi 5th single "Flashback", para wanita dari After School telah mencapai instan 'semua-membunuh' dengan rilis terbaru mereka karena mereka telah menduduki semua grafik utama dalam waktu kurang dari satu hari.

Semua-membunuh mengacu pada topping semua tangga lagu musik besar di Korea secara bersamaan, dan After School terpenuhi bahwa kebutuhan dengan cara mencapai posisi # 1 di Bugs, Melon, Soribada, Daum, Mnet, Olleh, dan real-time Naver tangga musik .

Selain "Flashback", lagu lain yang disertakan di album seperti "Eyeline" dan "Timeless" juga terlihat tinggi peringkat di tangga lagu juga.

Sudah ke awal yang kuat, gadis-gadis akan memulai promosi mereka untuk comeback mereka mulai pada tanggal 21.

Selamat kepada After School!

» Read More...

2PM merilis “Beautiful” di Korea

Setelah mendapatkan sukses lagi dengan keempat single versi Jepang "Beautiful", 2PM telah mengumumkan rencana mereka untuk merilis single di Korea juga, memuaskan penggemar domestik.

Single ini, yang dipamerkan selama enam hari acara konser mereka, mendapat respon positif dari penggemar Jepang untuk itu peringkat di puncak Oricon dan grafik Tower Records 'harian dan mingguan, menjual lebih dari 140.000 eksemplar.

JYP berkomentar, "Dari semua album 14:00 Jepang telah menempatkan, 'Beautiful', yang telah terjual 140.000 eksemplar dalam seminggu, memperoleh respon terpanas ... Kami berharap fans Korea juga akan dapat menikmati musik 2PM bersama."

» Read More...

"Gol Hantu" Ukraina Membuka Memori kelam Inggris

Pelatih Ukraina, Oleg Blokhin tidak habis pikir dengan keputusan wasit yang tidak mengesahkan gol Marco Devic ke gawang Inggris pada penyisihan Grup D Piala Eropa, dini hari tadi. Menurutnya, bola telah setengah meter melewati garis gawang.

"Apa yang bisa saya katakan. Ada lima wasit yang bertugas di lapangan dan bola telah setengah meter melewati garis," kata Blokhin kepada wartawan dengan nada tinggi. "Devic mencetak gol dan saya tidak tahu kenapa itu tidak disahkan," sambungnya.

Ukraina harus tersingkir dari Piala Eropa 2012 setelah kalah 0-1 dari Inggris pada laga terakhir penyisihan Grup D. Gol tunggal kemenangan Three Lions dicetak oleh Wayne Rooney pada menit 48.

Tuan rumah Ukraina sebenarnya punya peluang untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-62 lewat tendangan melengkung Marco Devic yang berhasil memperdayai kiper Joe Hart. Namun, sebelum bola menyentuh tanah, bek Inggris, John Terry sukses menghalaunya.

Wasit tidak menganggapnya sebagai sebuah gol. Namun, menurut Blokhin, bola telah melewati garis gawang. Tayangan ulang juga menunjukkan hal yang sama. Blokhin berang karena posisi wasit keempat berada hanya beberapa meter dari lokasi kejadian.

Insiden seperti ini sebenarnya bukan hal yang baru di dunia sepakbola. Di pentas Piala Dunia sekalipun, kejadian yang dialami Ukraina juga pernah menimpa negara lainnya. Dan seperti dilansir theage, timnas Inggris adalah salah satu korbannya.

Inggris mengalami hal yang sama di babak 16 besar Piala Dunia 2010. Saat bertemu Jerman, wasit tidak mengesahkan gol Frank Lampard. Kala itu bola yang memantul dari mistar gawang telah mendarat di belakang garis sebelum dihalau kiper Manuel Neuer. 

Saat insiden terjadi, Inggris masih tertinggal 1-2 dari Jerman. Pertandingan akhirnya dimenangkan Jerman dengan skor 4-1.

Insiden yang juga dikenal dengan istilah ghost goal alias gol hantu ini juga pernah mewarnai jalannya final Piala Dunia 1966 yang mempertemukan Inggris dan Jerman Barat. Bedanya, saat itu hakim garis asal Azerbaijan, Tofik Bakhramov mengesahkan gol striker Inggris, Geoff Hurst meski belum melewati garis gawang. Inggris pun akhirnya menang dengan skor 4-2 lewat perpanjangan waktu setelah sepanjang 90 menit ditahan Jerman Barat dengan skor 2-2.

FIFA sebenarnya sedang merancang alat untuk menghindari kejadian-kejadian seperti ini. Bulan lalu, FIFA mencoba teknologi Hawkeye pada pertandingan persahabatan Inggris melawan Belgia.
Hawkeye merupakan alat yang biasa digunakan pada olahraga tenis lapangan. Sedangkan satu alat lainnya yang sedang diuji coba adalah GoalRef. Teknologi ini telah dicoba pada dua laga Liga Denmark. Meski demikian, belum satu pun alat yang disahkan FIFA.

Inggris merupakan negara yang paling getol memperjuangkan teknologi goal line ini. Namun, The Three Lions sepertinya harus bersyukur karena teknologi ini belum diterapkan pada Piala Eropa 2012. Bila sudah resmi digunakan, bukan tidak mungkin pasukan Roy Hodgson bakal gagal melaju ke babak perempat final.

» Read More...

Marchisio Sempat Tegang Hadapi Irlandia

VIVAbola - Ketatnya pertandingan antara Italia melawan Republik Irlandia di laga terakhir Grup C Piala Eropa 2012 sempat membuat gelandang Claudio Marchisio tegang.

Marchisio mengakui jika ia tidak mengetahui hasil akhir pertandingan Grup C lainnya antara Kroasia melawan Spanyol yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Spanyol. Italia sendiri menang 2-0 atas Irlandia lewat gol Antonio Cassano dan Mario Balotelli.

"Kami tak tahu hasilnya dan tak bisa mendengar apa yang dikatakan teman-teman kami di bangku cadangan. Kami bahkan bertambah tegang karena kami harus menunggu hasil akhir pertandingan Spanyol. Babak baru Piala Eropa dimulai dari sekarang," ujar gelandang Juventus tersebut dilansir Football Italia.

Untuk pertama kalinya Italia berhasil memenangi laga di Piala Eropa 2012 setelah sebelumnya hanya bermain imbang 1-1 melawan Spanyol dan Kroasia. Marchisio menilai jika kemenangan yang mereka raih tak lepas dari taktik pelatih Cesare Prandelli yang memainkan empat pemain baru di laga ini.

"Kami memainkan pemain yang membantu memberikan perubahan dan kami bertekad untuk memenangi laga ini. Kami sempat kesulitan dengan permainan bola-bola yang diperlihatkan Irlandia, tapi secara keseluruhan kami layak menang karena bermain bagus."

» Read More...

Kondisi Membaik, Jendri Siap Bela Persib

VIVAbola - Kondisi kiper Persib Bandung, Jendri Pitoy sudah berangsur membaik. Mantan kiper Persipura Jayapura itu juga sudah siap tampil membela Persib saat bertandang ke markas PSAP Sigli, Jumat, 22 Juni 2012.

Jendri sempat dilarikan ke rumah sakit setelah terkena lemparan benda keras pada pertandingan melawan PSMS, Minggu, 17 Juni 2012. Dalam duel yang berakhir dengan kemenangan PSMS 3-2 ini, Jendri tiba-tiba terjatuh pada menit ke-83 sambil memegangi wajahnya.

Posisinya kemudian digantikan oleh Cecep Supriyatna. Kepada VIVAbola, Jendri mengaku tak kuasa menahan sakit sehingga harus dilarikan ke rumah sakit Permata Bunda usai pertandingan.

"Waktu itu kurasakan tiba-tiba kepalaku sakit dan pusing. Kemudian aku terjatuh dan dikeluarkan. Setelah itu aku tak tahan menahan rasa sakit di kepala. Dokter lalu menyarankan agar aku dibawa ke rumah sakit," ujar Jendri, Senin, 18 Juni 2012.

Beruntung, Jendri tidak mengalami luka yang serius. Dia sudah meninggalkan rumah sakit dan sudah siap bermain melawan PSAP dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), Jumat, 22 Juni 2012.

"Sudah gak masalah dengan kondisi saya. Cuma mengalami benjol saja. Tidak sampe geger otak," katanya. "Kondisi sudah siap main melawan Sigli. Tapi tergantung pelatih juga lah," sambungnya.

Pertandingan PSMS vs Persib di Stadion Teladan, Medan memang diwarnai berbagai aksi keributan. Tak hanya saat pertandingan, suasana ricuh juga terjadi usai laga. Dalam duel ini, tuan rumah Ayam Kinantann berhasil memenangkan pertarungan dengan skor tipis 3-2.

» Read More...

Google Translate

Popular Post

Adsense Indonesia
Adsense Indonesia
Oce-News. Diberdayakan oleh Blogger.